SMA Dwija Praja Pekalongan Juara 1 e-learning Award 2007 kategori “The Best learning materials”

Bidang teknologi informasi (TI) identik dengan kemajuan dan kecanggihan. Namun ternyata, kemajuan dan kecanggihan itu tak melulu milik nama-nama besar. Setidaknya itulah yang terbukti dari ajang e-Learning Award 2007 hasil kerja sama Pustekkom Depdiknas dengan SWA.

Lihat saja. Nama Universitas Terbuka (UT) mesti diakui bukanlah favorit anak-anak SMA zaman sekarang sebagai tambatannya untuk melanjutkan studi. Toh kenyataannya, di ajang ini UT muncul sebagai yang terbaik di kategori Best Online Learning (subkategori non-perusahaan) mengalahkan nama-nama perguruan tinggi beken.

Malah, di kategori Best School Website, tiga peringkat pertama tidak diduduki sekolah dari kota metropolitan Jakarta, melainkan dari Surabaya dan Karawang. Masih belum cukup? Di kategori Best School’s Project (Learning Materials), pemenang pertamanya hanyalahh sebuah SMA dari Pekalongan, yakni SMA Dwija Praja Pekalongan; diikuti di peringkat kedua oleh SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang. Hebatnya, keduanya mengungguli Universitas Gunadarma yang duduk di peringkat ketiga. Lalu, ke mana sekolah-sekolah top dari kota-kota besar itu?

Tak ayal, hasil di luar dugaan ini mengejutkan banyak pihak. Tak terkecuali Lilik Gani, Kepala Pustekkom, penggagas utama ajang ini. Saya juga surprised, kenapa yang menjadi juara (terutama untuk kategori Best School Website dan Best School’s Project) bukan dari Jakarta, ujarnya terus terang. Mantan pejabat di Kementerian Ristek ini juga mengakui keterkejutannya lantaran cukup banyak peserta yang mampu menyajikan program yang menarik – melampaui perkiraan pihak penyelenggara – walaupun fasilitas dan SDM mereka terbatas. Tadinya kami pikir, SDM dan fasilitas yang terbatas akan mengganjal mereka, tapi ternyata tidak, kata doktor ilmu teknik ini.

Kemenangan orang-orang daerah hanyalah salah satu catatan penting yang muncul dari hajatan kedua yang digelar bareng oleh Pustekkom dan SWA ini. Di ajang e-Learning Award 2007, keragaman asal daerah peserta juga cukup terlihat. Ini menunjukkan informasi dan penetrasi TI mulai merata, kata Lilik sumringah.

Adapun Nama-nama Juri dalam ajang bergengsiini adalah :

  1. Wigrantoro Roes Setiyadi (Ketua Mastel) sebagai Ketua Dewan Juri.
  2. Zainal A. Hasibuan (Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia).
  3. Kemal Stamboel (Wakil Ketua Tim Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional).
  4. Budi Rahardjo (praktisi TI dan dosen Institut Teknologi Bandung).
  5. Bambang Harimurti (Pemred Majalah Tempo).
  6. Tanadi Santoso (konsultan dan praktisi TI/multimedia dari Sam Design).
  7. Hanny Santoso (pakar e-learning dari Universitas Bina Nusantara).
  8. Kendro Hendro (praktisi telekomunikasi dan multimedia dari inTouch).
  9. Toto Sugiri (praktisi TI/Preskom Grup Sigma).
  10. Roy Suryo (pakar multimedia).

Selamat Untuk SMA Dwija Praja Pekalongan…..

Sumber : majalah SWA

Kembali

__________________________________________________________________

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: