Petunjuk Teknis Penyusunan Perangkat Penilaian Psikomotor

Salah satu Kebijakan pemerintah di bidang pendidikan adalah rumusan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana-prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 25 ayat 4 menyatakan bahwa kompetensi lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini berarti bahwa pembelajaran dan penilaian harus mengembangkan kompetensi peserta didik yang berhubungan dengan ranah afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psikomotor (keterampilan).
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 20 Tahun 2007 menyebutkan bahwa salah satu prinsip penilaian adalah menyeluruh dan berkesinambungan. Hal ini berarti bahwa penilaian oleh guru mencakup semua aspek kompetensi dengan  menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Cakupan aspek penilaian yang dimaksud adalah aspek kognitif (pengetahuan), aspek psikomotor (keterampilan), dan aspek afektif (sikap). Untuk dapat merancang dan melaksanakan penilaian psikomotor yang sesuai dengan standar penilaian,
guru harus memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan yang memadai dalam mengembangkan perangkat penilaian psikomotor.
Hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan KTSP tahun 2009 ditemukan beberapa hal yang menjadi kesulitan bagi guru dalam menyusun perangkat penilaian psikomotor. Kesulitankesulitan yang dimaksud antara lain cara menentukan kata kerja operasional (KKO) sesuai dengan tingkatan kompetensi pada ranah psikomotorik, teknik mengembangkan indikator pencapaian dalam ranah psikomotor, strategi menyiapkan perangkat penilaian dan bahan ujian sesuai karakteristik aspek psikomotorik, dan cara melaksanakan penilaian secara objektif.
Sebagai respon atas temuan tersebut, maka dalam upaya membantu guru dalam menyusun perangkat penilaian psikomotorik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis Penyusunan Perangkat Penilaian Psikomotor di SMA”.

Tujuan
Petunjuk teknis ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi guru dalam menyusun perangkat penilaian psikomotor sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Untuk melihat selengkapnya, silakan Download

Salah satu Kebijakan pemerintah di bidang pendidikan adalah rumusan Standar Nasional
Pendidikan (SNP) yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
yang mencakup standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik
dan tenaga kependidikan, standar sarana-prasarana, standar pengelolaan, standar
pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
Tahun 2005 Pasal 25 ayat 4 menyatakan bahwa kompetensi lulusan mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan. Hal ini berarti bahwa pembelajaran dan penilaian harus
mengembangkan kompetensi peserta didik yang berhubungan dengan ranah afektif (sikap),
kognitif (pengetahuan), dan psikomotor (keterampilan).
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 20 Tahun 2007 menyebutkan
bahwa salah satu prinsip penilaian adalah menyeluruh dan berkesinambungan. Hal ini
berarti bahwa penilaian oleh guru mencakup semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai untuk memantau perkembangan
kemampuan peserta didik. Cakupan aspek penilaian yang dimaksud adalah aspek kognitif
(pengetahuan), aspek psikomotor (keterampilan), dan aspek afektif (sikap). Untuk dapat
merancang dan melaksanakan penilaian psikomotor yang sesuai dengan standar penilaian,
guru harus memiliki pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan yang memadai dalam
mengembangkan perangkat penilaian psikomotor.
Hasil supervisi dan evaluasi keterlaksanaan KTSP tahun 2009 ditemukan beberapa hal yang
menjadi kesulitan bagi guru dalam menyusun perangkat penilaian psikomotor. Kesulitankesulitan
yang dimaksud antara lain cara menentukan kata kerja operasional (KKO) sesuai
dengan tingkatan kompetensi pada ranah psikomotorik, teknik mengembangkan indikator
pencapaian dalam ranah psikomotor, strategi menyiapkan perangkat penilaian dan bahan
ujian sesuai karakteristik aspek psikomotorik, dan cara melaksanakan penilaian secara
objektif.
Sebagai respon atas temuan tersebut, maka dalam upaya membantu guru dalam menyusun
perangkat penilaian psikomotorik sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis
Penyusunan Perangkat Penilaian Psikomotor di SMA”.
B. Tujuan
Petunjuk teknis ini bertujuan untuk memberikan acuan bagi guru dalam menyusun
perangkat penilaian psikomotor sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah
ditetapkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: