Petunjuk Teknis Penyusunan Perangkat Penilaian Afektif

Standar penilaian berorientasi pada tingkat penguasaan kompetensi yang ditargetkan dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 1 ayat 5 dinyatakan bahwa SI adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan, kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi oleh peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Selanjutnya SKL menurut Pasal 1 ayat 4 adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Menurut PP 19 Tahun 2005 Pasal 63 ayat 1 penilaian pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas (a) penilaian hasil belajar oleh pendidik, (b) penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan (c) penilaian oleh pemerintah. Untuk kelompok mata  pelajaran agama dan akhlak mulia penilaian dilakukan oleh pendidik dan satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar, dan memperbaiki proses pembelajaran seperti yang tercantum dalam Pasal 64 ayat 1 dan 2. Pasal 64 ayat 3 menyatakan bahwa penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik; serta ujian, ulangan, dan atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Pasal 65 ayat 2 menyatakan bahwa penilaian hasil belajar untuk semua mata pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.
Hasil supervisi dan evaluasi tentang keterlaksanaan KTSP tahun 2009 menunjukkan bahwa masih banyak guru yang kesulitan dalam menentukan KKO yang sesuai dengan tahapan berfikir ranah afektif, menyiapkan perangkat penilaian ranah afektif, melaksanakan penilaian secara objektif dan proporsioal. Di samping itu, panduan penilaian lima kelompok mata pelajaran yang diterbitkan oleh BSNP kurang operasional dan tidak dilengkapi dengan contoh-contoh, sehingga guru yang tidak mengikuti bimtek tidak dapat mengerjakan secara mandiri, dengan menggunakan panduan dimaksud. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan guru tentang berbagai hal yang berkaitan dengan penilaian afektif dan belum adanya panduan lain yang dilengkapi dengan petunjuk teknis dan contoh-contoh yang memadai.
Berkaitan dengan permasalahan tersebut Direktorat Pembinaan SMA menyusun dan menerbitkan “Petunjuk Teknis Penyusunan Perangkat Penilaian Afektif di SMA” dengan harapan guru mampu menyusun perangkat penilaian afektif dan melaksanakannya sesuai dengan standar penilaian.

Tujuan
Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan kepada guru dalam menyusun perangkat dan melaksanakan penilaian afektif sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Ingin mengetahui selengkapnya, silakan Download

Satu Tanggapan

  1. sangat membantu bagi guru yang mau mengembangkan pola berpikit sbg tanggung jawab moral sebagai guru , apalagi memegang sertifikasi guru, trks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: