Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran TM, PT, dan KMTT

Belajar adalah proses perubahan tingkah laku sebagai akibat interaksi antara seseorang dengan lingkungannya yang dilakukan secara sadar dan berkesinambungan dengan tujuan tertentu. Pernyataan ini mengandung makna bahwa kegiatan belajar diharapkan dapat berlangsung kapan saja dan di mana saja, dengan atau tanpa adanya interaksi langsung antara pendidik dan peserta didik. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sebagai kurikulum operasional, penyusunannya harus disesuaikan dengan kebutuhan, karakteristik, dan potensi satuan pendidikan (internal), serta lingkungan setempat.
Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan, KTSP memuat komponen-komponen yang berkaitan dengan pembelajaran. Salah satu komponen tersebut adalah beban belajar. Menurut Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi, beban belajar dirumuskan dalam bentuk satuan waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti program pembelajaran melalui sistem tatap muka (TM), penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Kegiatan belajar dengan sistem tatap muka dilaksanakan sesuai dengan jam belajar efektif yang terjadwal yang disusun oleh satuan pendidikan. Sistem pembelajaran dengan penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pendalaman materi yang dirancang oleh guru sesuai kompetensi yang diharapkan.
Kemampuan guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui ketiga sistem tersebut secara terintegrasi dan dengan pendekatan yang bervariasi sangat berpengaruh terhadap pencapaian kompetensi peserta didik di satuan pendidikan tersebut.
Kenyataan di lapangan menunjukkan adanya beberapa kendala dan masukan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pembelajaran dengan sistem tatap muka, penugasan terstruktur, dan kegiatan mandiri tidak terstruktur oleh satuan pendidikan, antara lain:

  1. Masih banyak guru yang belum memahami hakikat kegiatan pembelajaran dengan sistem penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur, sehingga dalam perencanaan dan pelaksanaanya menyimpang dari ketentuan yang ada;
  2. Guru masih mengandalkan sistem tatap muka dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan belum mengintegrasikannya dengan sistem penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur
  3. Masih banyak guru yang belum tahu tempat menuliskan kegiatan pembelajaran dengan sistem penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur tersebut di dalam rencana pembelajaran sangat banyak, karena persepsi mereka berbeda-beda.

Berkaitan dengan permasalahan/kendala dan masukan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA melengkapi Panduan Pembelajaran Tatap Muka, Penugasan Terstruktur, dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur yang telah ada dengan “Petunjuk Teknis Pengembangan Pembelajaran Tatap Muka, Penugasan Terstruktur, dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur di SMA”.

Tujuan
Petunjuk teknis ini disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan bagi guru dalam merancang dan mengembangkan kegiatan pembelajaran TM, PT, dan KMTT sesuai dengan ketentuan dan mekanisme yang telah ditetapkan.

Untuk mengetahui selengkapnya, silakan Download

About these ads

Satu Tanggapan

  1. Terima kasih…. Sangat membantu……

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: